Wednesday, November 5, 2008

Peranan Seorang Isteri Dalam Islam ....

Sebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rosul bahwa Rosulullah saw. Bersabda :

” Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah”.

Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah tangga dan peranannya yang sangat dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah swt., Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah swt. sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.

Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang wanita muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana, sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah, mempertaankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah swt.

Ketika seorang wanita muslimah menikah (menjadi seorang istri) maka dia harus mengerti bahwa dia memiliki peranan yang khusus dan pertanggungjawaban dalam Islam kepada pencipta-Nya, Allah swt. menjadikan wanita berbeda dengan pria sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:

” Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ , 4:32).

Kita dapat melihat dari ayat ini bahwa Allah swt. membuat perbedaan yang jelas antara peranan laki-laki dan wanita dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki atau wanita untuk menanyakan ketentuan peranan yang telah Allah berikan sebagaimana firman Allah:

“ Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab, 33:36)

Karenanya, seorang istri akan membenarkan Rosulullah dan akan membantu suaminya untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah (hukum Islam) dan memastikan suaminya untuk kembali melaksanakan kewajiban-kewajibannya, begitupun dengan kedudukan suami, dia juga harus memenuhi kewajiban terhadap istrinya.

Diantara hak-hak lainnya, seorang istri memiliki hak untuk Nafaqah (diberi nafkah) yang berupa makanan, pakaian dan tempat untuk berlindung yang didapatkan dari suaminya. Dia (suami) berkewajiban membelanjakan hartanya untuk itu walaupun jika istri memiliki harta sendiri untuk memenuhinya. Rosulullah saw. Bersabda :

” Istrimu memiliki hak atas kamu bahwa kamu mencukupi mereka dengan makanan, pakaian dan tempat berlindung dengan cara yang baik.” (HR. Muslim)

Ini adalah penting untuk dicatat bahwa ketika seorang istri menunaikan kewajiban terhadap suaminya, dia (istri) talah melakukan kepatuhan terhadap pencipta-Nya, karenanya dia (istri yang telah menunaikan kewajibannya) mendapatkan pahala dari Tuhan-Nya. Rosulullah saw. mencintai istri-istrinya karena kesholehan mereka.

Aisyah r.a. suatu kali meriwayatkan tentang kebaikan kualitas Zainab ra, istri ketujuh dari Rosulullah saw.,

”Zainab adalah seseorang yang kedudukannya hampir sama kedudukannya denganku dalam pandangan Rosulullah dan aku belum pernah melihat seorang wanita yang lebih terdepan kesholehannya daripada Zainab r.a., lebih dalam kebaikannya, lebih dalam kebenarannya, lebih dalam pertalian darahnya, lebih dalam kedermawanannya dan pengorbanannya dalam hidup serta mempunyai hati yang lebih lembut, itulah yang menyebabkan ia lebih dekat kepada Allah”.

Seperti kebesaran wanita-wanita muslimah yang telah dicontohkan kepada kita, patut kiranya bagi kita untuk mencontohnya dengan cara mempelajari kesuciannya, kekuatan dari karakternya, kebaikan imannya dan kebijaksanaan mereka. Usaha untuk mencontoh Ummul Mukminin yang telah dijanjikan surga (oleh Allah) dapat menunjuki kita kepada karunia surga.

Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rosulullah saw. Bersabda :

“ Ketika seorang wanita menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mematuhi suaminya, maka dia akan masuk surga dengan beberapa pintu yang dia inginkan”. (Al Bukhori, Al Muwatta’ dan Musnad Imam Ahmad).

wallahu a’lam bish showab..

SUMBER : ARRAHMAH BLOG

Sunday, November 2, 2008

KASIH IBU MEMBAWA KE SYURGA...... VERSI 1

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum wbt..

Segala puji bagi Allah,Tuhan Semesta Alam yang tiada sekutu bagiNya,Yang Memberi Hidayah kepada yang dikehendakinya,Yang Maha Berkuasa membolak-balikkan hati manusia(na'udzubillahi min dzalik),Yang Maha Pengasih lagi Maha Mengasihani.

suka untuk saya berkongsi sebuah kisah pada zaman nabi s.a.w di mana ketika itu ada seorang lelaki yang datang berjumpa dengan baginda dan menyampaikan hasratnya untuk menyertai baginda dalam sebuah jihad. lantas apa yang di jawab oleh baginda adalah bukan seperti "adakah kamu handal dalam menunggang kuda?" "adakah kamu bijak bermain pedang " "adakah kamu mempunyai tubuh badan yang kuat dan sihat?"

tidak sama sekali persoalan itu yang bangkit dari mulut bagi,,malah perkara yang ditanyakan adalah "adakah kamu masih mempunyai ibu dan bapa?"

seraya lelaki itu menjawab "saya sudah tidak berbapa tetapi saya masih mempunyai seorang ibu yang kini berada di rumah"

baginda pun berkata "adakah ibumu tidak memerlukanmu untuk menjaganya??"

"semestinya dia memerlukan saya"

lalu baginda pun menasihati"pulanglah kamu ke pangkuan ibu kamu kerana sekiranya kamu berbakti kepadanya,sesungguhnya pahala yang kamu akan terima adalah sama seperti pahala jihad fi sabilillah"

jelas,nyata dan terang sekali bertapa mulianya seorg ibu dan mulianya menjadi seorg ibu di muka bumi ini. ibu adalah insan yang sangat penting dalam hidup kita.

mengimbas kembali harian metro di mana kita di kejutkan dengan berita eksklusif "seorang warga emas wanita Islam dihantar ke rumah jagaan org tua bukan Islam"

"dua anak derhaka tergamak menghantar IBU MEREKA, seorang HAJAH berusia 71 TAHUN ke PUSAT PENJAGAAN ORANG TUA BUKAN ISLAM,menyebabkan warga emas itu tidak dapat menunaikan ibadah kerana tiada kemudahan berbuat demikian di pusat itu"

tidakkah golongan seperti mereka ini terfikir bahawa siapalah mereka tanpa ibunya??

tidakkah satu kepentingan bagi seorang anak mempunyai seorang ibu untuk lahir di muka bumi ini?

baharu sahaja tadi kita melihat contoh betapa Rasulullah sendiri meentingkan perihal ibu berbanding perihal jihad.inikan pula barita terkini ini.

Rasul s.a.w pernah berkata:"semua dosa akan ditangguh sesuai dengan kehendak Allah sehingga ke hari pengadilan kecuali dosa ANAK DERHAKA" maksudnya Allah akan terus menimpakan azab kepada seorang anak derhaka tanpa menunggu pada hari kiamat.

justeru,ambillah iktibar daripada kisah-kisah di atas,janganlah kita biarkan ibu pergi sebelum kita sempat menabur budi,sebelum ibu meninggalkan kita,sebelum jasad ibu dikandung tanah,,

jauhila daripada mendapat tittle "ANAK DERHAKA" kerana amatlah besar balasan menjadi anak derhaka antaranya:-

-mendapat KEMURKAAN Allah-mendapat BALASAN SEGERA iaitu di dunia(seperti kisah alQomah&aljuraish)-mendapat DOSA BESAR-di TOLAK AMALANnya-masuk NERAKA-TIDAK DAPAT 'MELIHAT WAJAH ALLAH'-mendapat SEKSAAN YANG PEDIH-hilang NUR diwajahnya-mati dalam SU'UL KHATIMAH-

Kasih Ibu membawa ke syurga....VERSI 2

Andai Hidup Punca Perpisahan,Biarlah Mati Menyambungnya Semula,Namun Seandainya Mati Punca Perpisahan,Biarlah Hidup Ini Membawa Erti Yang Nyata.

Untuk renungan .......

Jika anda bukan seorang ibu (kerana belum berkahwin/seorang lelaki) anda tetap anak kepada ibu anda.

Semasa kita berumur 1 tahun, Ibu menyuap kita makan & memandikan kita Kita membalas budinya dengan menangis sepanjang malam.

Semasa kita berumur 3 tahun, Ibu menyiapkan makanan istimewa dan berzat untuk kita Kita membalas budinya dengan menumpahkan makanan ke atas lantai.

Semasa kita berumur 4 tahun, Ibu membelikan kita crayon. Kita membalas budinya dengan menconteng dinding dirumah.

Semasa kita berumur 5 tahun, Ibu membelikan kita baju baru untuk. Hari Raya Kita membalas budinya dengan mengotorkan baju apabila jatuh ke dalam lopak.

Apabila kita berumur 7 tahun, Ibu menghantar kita ke sekolah Kita membalas budinya dengan menjerit , " SAYA TAK MAHU PERGI SEKOLAH".

Semasa kita berumur 10 tahun, Ibu menghantar kita ke kelas tuisyen, membawa kita shopping, menghantar kita ke rumah kawan dll. Kita tidak langsung menoleh ke belakang dan mengucapkan terima kasih, setiap kali Ibu menghantar kita .

Apabila kita berumur 11 tahun, Ibu membelikan kita sebiji bola sepak. Kita membalas budi Ibu, dengan menendang bola dan memecahkan cermin tingkap rumah jiran kita.

Semasa kita berumur 12 tahun, Ibu menasihatkan kita supaya tidak terlalu banyak menonton TV. Kita membalas budi Ibu dengan asyik menonton TV sebaik sahaja Ibu keluar dari rumah.

Apabila kita berumur 13 tahun, Ibu menegur fesyen rambut kita yang kurang sopan Kita membalas budi Ibu dengan berkata bahawa Ibu tak ada "TASTE".

Apabila kita berumur 16 tahun, Ibu inginkan dakapan setelah penat dan baru balik bekerja sehari suntuk Kita membalas budinya dengan mengunci diri kita dan bersendirian di dalam bilik.

Apabila kita berumur 17 tahun dan lulus peperiksaan, Ibu menangis gembira Kita membalas budi Ibu dengan tidak balik ke rumah hingga larut malam, kerana enjoy & celebrate dengan kawan-kawan.

Apabila kita berumur 19 tahun Ibu membelanjakan wang yang banyak untuk menghantar kita ke universiti, mengangkat beg kita dengan kasih sayang sampai ke hostel kita .Kita membalas budi Ibu, dengan bersalaman dengan Ibu di luar dorm-takut malu dilihat kawan-kawan.

Apabila kita berumur 20 tahun, Ibu bertanya dengan rasa prihatin-kita ada boyfriend/girlfriend ke? Kita membalas budi Ibu dengan berkata--- " Ibu ni kepohlah!

Apabila kita berumur 21 tahun, Ibu bertanya apa cita-cita kita Kita membalas budi Ibu dengan berkata, " saya tak mahu jadi macam ibu!!"

Apabila kita berumur 23 tahun, kita mendapat kerja yang pertama dan tinggal dirumah sendiri- Ibu membelikan baju untuk kita memulakan kerja baru Kita membalas budi Ibu dengan memberitahu kawan-kawan bahawa baju itu tidak cantik kerana Ibu yang belikan.

Apabila kita berumur 25 tahun, kita berumahtangga- Ibu menangis gembira dan berkata betapa Ibu kasih dan sayang pada kita Kita membalas budi Ibu dengan berpindah 300 kilometre jauh dari Ibu.

Apabila kita berumur 27 tahun, Ibu menalipon dan memberi nasihat tentang penjagaan bayi- anak kita. Kita membalas budi Ibu dengan berkata, " Zaman sekarang lain Ibu..!!!!"

Apabila kita berumur 40 tahun, Ibu menalipon dan memaklumkan majlis kenduri di kampung Kita membalas budi Ibu, dengan berkata- " saya sibuk!!!!"

Apabila kita berumur 50 tahun, Ibu jatuh sakit dan perlukan penjagaan dan kasih sayang Kita membalas budi Ibu dengan datang melawat Ibu sekali dengan membawa sedikit buah apple-dan merungut tentang kesibukan bekerja dan terpaksa balik segera Dan kemudian , pada suatu hari, Ibu meninggal dunia. Dan tidaklah kita sempat untuk membalas segala jasa-jasa Ibu. Ingat--- selagi Ibu masih hidup, kasihi dan sayangilah Ibu--- dan jika Ibu sudah meninggal dunia, ingatlah jasa ibu.

Friday, October 31, 2008

UNITY VS REALITY - THE MALABARI DILEMMA

By: ABDUL KARIM B. HJ. YUSOF


I read with interest articles that was recently e-mailed by some of the readers with regards to the importance of unity among the community members. Without going further, “unity” as stated in kamus dwibahasa Oxford in Bahasa Melayu means “keadaan berpadu, kesesuaian, keharmonian and menyatukan. “United” means bersatu hati, seia, sekata, berpadu and bersatu.

I don’t claim to be an expert in the history of mankind nor the Islamic history. Do correct me if I am wrong, Thru out the history of man kind, there were never a period of total unity among any particular race, religion, country or even family. From The Prophet Adam’s children to the time of the Caliphs, from The Roman Empire of Julius Caesar to the Malacca Sultanates, there is difference of opinion among the religious sects, even among your family members and the list can go on and on. While difference in opinion might not necessarily mean there would be disunity, more often than not it actually leads to it. This is the fact that each and every one of us must come to term as reality. We should not even begin to talk about unity among the people and community if our own backyard is in shambles.

It is never ever possible to have complete unity. Opinion varies among every single individual. When differing opinions are spoken and debated openly or if it was spoken thru third parties, most people can never accept criticism how ever constructive it might be! Immediately, there would be either verbal or even physical repercussion and the seeds of disunity would be planted by the devil.

It is my personal opinion that we should not be talking about unity but instead we should be emphasizing a sense of respect towards one another, behaving with dignity and setting good examples for others irrespective of young or old to follow suit. It is sad to say that what we have seen in the past six months within the community seems to reflect that we are no better than the non-Muslims themselves. We argue and insult others over petty things, we refuse to bury our past difference, we only think about our own self-interest and we hurt other Muslim brothers and sister to further our own selfish cause. We literally throw stone and then hide our hand, we accuse others yet most of the time we were the one who created the crime in the first place, we conspire and create rumours to tarnish the good name of fellow Muslims, we even tarnish the sacred mosque, the house of Allah with our profanity and lastly but not the least, we laugh at others predicament. What “vested interest” can one have, to be able to conduct all the above traits? Being in the position of power in this community will not bring one wealth, influence nor personal advancement.

“Unity” is really wishful thinking for what we have done to the community. Let the Jews, Americans, Iraqis and the Palestinians fight their own war for the time being. Our prayers should always be there with them. We have our own Battle to fight. We must prepare our self to come to reality and undo the damage that we have contributed to the community.

We have to acknowledge that none of us are perfect, but that doesn’t mean we can’t try to be one. We must practice what we preach and we must be able to accept our mistakes and move on to be a better Muslim. After all as the saying goes “To Err Is Human”. We have and will be given ample opportunity to repent to Allah, but our sin towards fellow Muslims would require upon us to ask for personal forgiveness failing which, it will be evaluated in Mashar.

No doubt each and every one of us will face death at some point of time. But before that …..

We have to ask ourselves:

– Am I ready to meet my creator?

– Have I fulfilled all my pledge as a Muslim?

– Have I prepared myself for the judgment day?

– Did I sin upon other Muslim brothers and sisters?

– As a Son, what have I done in religious terms for my parents?

– As a Husband, what have I done in religious terms for my wife?

– As a Father, what have I done in religious terms for my kids?

– As a Human Being, what have I contributed to the community?

– As a Muslim, what have I achieved to justify a place in heaven?

One must evaluate each question without prejudice and the answer would surely make one shiver with fear and humility and pray that Allah would be merciful towards us. Our very short existence on this planet should not deprive us an eternal well being in the day after. Our lust and hunger for present day satisfaction, will only deprive us of a better place in the day after.

I believe that we have a real tough time ahead to accomplish a paradigm change of mind set. But if we are able to answer all the question above positively, we would have a community that thrives on the ways of Prophet Muhammad. As a Malabari community, much have been lost in terms of our standing in the community. We might have Money but we are not Rich, We might not be Sick but we are not Healthy, We might be Old but we are not Wise, We have religious education but our Heart is blind. Our forefathers used to be powerful religious and respected in the community. It is not to late for us to regain the glory for our own sake and the sake of our children.

Please think wisely and act positively now before your time is up…….

Wednesday, October 29, 2008

ALLAH MAHA BESAR !!!



ALLAH MAHA BESAR SEORANG DOKTOR NEUROLOGI MENEMUI KEAJAIBAN ALLAH ........

'Seorang doktor di Amerika Syarikat telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi . Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan perubatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan 'Perubatan Melalui Al-Qur'an' . Kajian perubatan melalui Al-Qur'an membuatkan ubat-ubatannya berteraskan apa yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Di antara kaedah-kaedah yang digunakan termasuklah berpuasa, madu lebah, biji hitam (black seed) dan sebagainy a. Apabila ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahawa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah . Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Setelah membuat kajian yang memakan masa, akhirnya beliau mendapati Bahawa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada ketika seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan Sembahyang!!! Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk Beberapa sukatan yang tertentu sahaja. Ini bermaksud bahawa darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam......Begitulah keagungan ciptaan Allah!!! tidak menunaikan sembahyang , akan otaknya tidak Akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal!!! Oleh yang demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganuti agama Islam 'sepenuhnya' kerana sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini.'

PETUA IMAM SYAFIE 4 PERKARA UNTUK SIHAT Empat perkara menguatkan badan

1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

Empat perkara melemahkan badan


1. selalu cemas
2. banyak minum air ketika makan
3. banyak makan bahan yang masam


Empat perkara menajamkan mata

1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
3. memandang yang hijau
4. berpakaian bersih

Empat perkara merosakkan mata

1. memandang najis
2. melihat orang dibunuh
3. membelakangi kiblat

Empat perkara menajamkan fikiran

1. tidak banyak berbual kosong
2. rajin bersugi (gosok gigi)
3. bercakap dengan orang soleh
4. bergaul dengan para ulama

4 CARA TIDUR

1. TIDUR PARA NABI Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan bumi.

2. TIDUR PARA ULAMA' & AHLI IBADAH Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk solat malam.

3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak dimakan.

4. TIDUR SYAITAN Menelungkup/tiarap seperti tidurnya ahli neraka.

Wednesday, October 15, 2008

COVERSATION DIANTARA BAYI DAN TUHAN (KASIH IBU).....renungan bersama...!!!

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan. “Para malaikat di sini mengatakan bahawa esok Engkau akan mengirimkan aku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?”

Dan Tuhan menjawab , “Saya telah memilih seorang malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu. Bayi itu merayu, “Tapi di sini di dalam syurga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia. Tak perlu untuk saya dihantar ke dunia”.

“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia”.

“Dan bagaimana bisa saya mengerti saat orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka”?
“Malaikatmu akan berbahasa kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara”.

“Dan apa akan saya lakukan saat saya ingin berbicara dengan-Mu”. “Malaikatmu akan mengajar kepadamu bagaimana cara kamu berdoa”.
“Saya mendengar bahawa di bumi ada orang jahat . Siapa yang akan melindungi saya?”.
“Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya. Tapi Saya pasti mereka sedih kerana tidak dapat melihatmu lagi”.
“Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya dan akan mengajarkan bagaimana kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa berada di sisimu”.

Saat itu syurga begitu terang sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah kamu memberitahuku apakah nama malaikat tersebut?”.

“kamu akan memanggil malaikat itu, IBU”.

Subhanallah!!! Ingat selalu akan kasih sayang ibu. Berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa”.

Tuesday, October 14, 2008

Peringatan buat diri SHA...dan semua Muslimin dan Muslimat yang dikasihi......Renungkanlah !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Teringat pesan seorang ustaz...

"Sudahkah di Qada' Solat yang lepas-lepas? Jika tidak ingat, gantikanlah dengan mengira berapa usia kita sekarang ditolak kira-kira 10 tahun dari mula akil baligh kita..." Subhanallah, betapa alpa nya kami... Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat...


Peringatan buat diriku yang sering lupa........

Adakah kita seorang Islam???? Pernahkah kita terfikir... Hidup kita ini hanyalah sementara. Sampai masanya kita akan pergi menemui Allah. Apakah bekalan dan persediaan kita menempuh hari kematian. Dalam kita mengejar kejayaan dunia, kita sering lupa bahawa tujuan hidup kita yang sebenar.. apakah pilihan kita? Beruntunglah orang-orang yang berebut-rebut menagih ihsan dan kasih sayang Allah. Sesungguhnya keredhaan Allah yang kita cari. Dunia yang semakin tua ini sering dilanda masalah, bermula daripada jerebu, kegawatan ekonomi, timbul pula gejala murtad... Fitnah.. gempa bumi, peperangan dan bermacam-macam lagi. Ini sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita. Adakah kita benar-benar menginsafinya. Semua ini juga adalah bala!! Tanda kemurkaan Allah!! Adakah kita benar-benar seorang Islam???? Maka, adakah kita fikir bahawa kejayaan kita di Universiti dapat membawa kita ke Syurga?Adakah kita fikir bahawa kejayaan kita adalah kerana usaha dan ikhtiar anda sendiri. Tidak malukah kita mengaku diri kita hebat, bijak, rajin ... walhal semuanya adalah kurnia Allah. Segala kelebihan yang ada pada kita adalah datangnya dari Allah. Apakah kita fikir Allah itu akan menyukai hambaNya yang tidak bersyukur.Adakah kita yakin kita seorang Islam???

Sedangkan Rabiatul Adawiyah tidak mahu melupakan Allah walau sedetik sekalipun. Hassan Al-Basri pula menangis sampai berjujuran airmata kerana
menyesal melupai Allah dalam beberapa minit. Tetapi, mengapa kita masih leka di buai perasaan...

Tidakkah kita berasa rugi kerana kurang berzikir kepada Allah..

Tidakkah kita berasa rugi kerana kurang berselawat kepada Rasulullah...

Siapa diri kita sebenarnya!!!! Firaun???

Tentu tidak.. jadi, siapa kita sebenarnya, wahai manusia yang berasal dari sekepal tanah yang hina!!!! Apakah kita yakin kita bertuhankan
Allah????

Maka, mengapa kita tidak mahu mengejar Dia... Mengapa kita masih mendedahkan aurat?. Mengapa kita masih tidak mahu menuntut ilmu. Syariat,Tariqat, Hakikat, dan Makrifat. Feqah dan Tasauf... Dapatkah kita menghuraikan cabang-cabang ilmu tersebut.. Tidak malukah kita kerana gagal menghuraikannya, jauh dari mengamalkannya. Adakah kita harus mempersalahkan puak-puak kristian yang berjaya memurtadkan ribuan umat Islam jika kita sendiri gagal memperhebatkan pertahanan diri.

Ketahuilah... sesungguhnya Iblis itu amat suka kepada mereka yang

tidak berilmu.. Sedarilah bahawa, kejahilan boleh menyebabkan dosa. Dosa!!!

Kita tidak takut dosa.Berapa banyak amalan kita yang boleh menghapuskan dosa seharian??? Apakah kita begitu yakin untuk menempuh akhirat???? Siapakah kita menjelang hari kematian? Adakah kita seorang Islam. Bersediakah kita berhadapan dengan malaikat maut. Apakah kita merasakan diri kita terlalu mulia sehingga tidak ada daya untuk menjauhkan diri dari perbuatan mungkar.

Kita pergi kuliah, pergi kerja ** kita yakin kita telah menutup aurat? Kita solat ... ** kita yakin solat kita tidak tercela?

Kita makan ... ** kita yakin rezeki yang kita jamah diredhai Allah?

Kita minum ... ** kita yakin di akhirat kelak kita akan dapat minum seperti yang kita minum sekarang?

Kita ketawa ... ** kita tidak malu pada Allah?

Kita cemerlang dalam SPM,PASCAL, LOGIK, TITAS,C++, ... * kita yakin semua itu dapat membantu kita menjelangnya fitnah kubur?

Kita berpuasa ** kita yakin puasa kita mulia sehingga dapat membela kita di hari akhirat?

Kita sihat ... ** kita yakin Allah muliakan kita?

Kita sakit ... ** kita tidak malu pada Allah kerana menarik balik nikmat kesihatan?

Siapa Kita????

Kita adalah manusia yang berasal dari sekepal tanah yang hina dina.. betapa hinanya kita... tapi, kita masih mampu tersenyum dan tertawa. Bersedialah menempuh hari selepas kematian, bersedialah untuk menempuh sakaratul maut.
Burulah cinta ALLAH, sebelum Allah menutup pintu rahmatnya.

Sesungguhnya kematian itu adalah sesuatu yang PASTI......!!!!

Siapa kita....????

Wallahu'alam - JKIM :

Ibu utama

Ada 4 di pandang sebagai ibu iaitu:

1 ) Ibu dari segala UBAT adalah SEDIKIT MAKAN.

2 ) Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERCAKAP.

3 ) Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.

4 ) Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR


Orang yang tidak melakukan sholat pada :

Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar

Zhuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya

Asar : Dijauhkan dari kesihatan / kekuatan

Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.

Isya' : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnyaAl-Quran:

MARILAH KITA SEMBAHYANG SEBELUM KITA DISEMBAHYANGKAN OLEH ORANG LAIN......tidakkah kita takut akan AZAB - NYA....... SEMOGA ALLAH SWT MENJAUHKAN KITA DARIPADA API NERAKA DAN... SEMOGA KITA AKAN TERGOLONG DALAM DIANTARA ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN BERTAQWA.. AMIN AMIN AMIN YA RABBAL ALAMIN ..


Yang Baik itu datang daripada ALLAH, dan yang buruk itu atas kelemahan diri saya sendiri..... so jika ade salah dan silap ampunkan sha ...yer....ESOK belum tentu kita masih ade di dunia ini...