Friday, January 23, 2009

~ Dia dan Aweknya cam tue...Anda cam ner ???


Saya suka tengok jari awek saya...
Cantik betul... Sungguh!
Sampai takut nak pegang...
Bukan takut patah...
Tapi takut nanti jari kitorang tak boleh tolong each other
Di satu hari yang giler forever depan yang maha Esa...

Saya suka tengok rambut awek saya...
Cantik betol... Sungguh!
Sebab tu saya belikan tudung...
Bukan sebab jeles orang lain tengok jugak....
Tapi takut nanti terbakar dek api neraka
Di suatu hari yang giler forever

Saya suka tengok body awek saya....
Cantik betol... Sungguh!
Sebab tu saya belikan dia telekong
Supaya mase die jumpa dengan Kekasih die Yang Utama
Dia lagi cantik dan berseri menghadap Nya.
Saya pun tumpang dapat pahala. Pheh syoknye...

Saya sedih tengok awek saya
Tak tido, tak makan rindu kat saya...
Saya pun macam tu jugak,
Ada problem yang sama..
Die tanya apa ubatnya?
Saya pun bagi die Quran untuk penenang jiwa...
Semoga lebih cintakan Nya dari saya...

Saya sedih tengok awek saya
Selalu pesan macam-macam kat saya...
"Makan, minum, drive elok-elok tau..
Nanti awak sakit saye susah ati bla bla bla bla" katenya...
Tapi bila tengok movie sama-sama burn asar maghrib gitu
Die tak kata satu aper pun...
Berdosanye saya....

Kesimpulannya saya memang sayang dia...
Nak jumper die giler forever...
Yang forever punye forever...
Di dunia dan akhirat terutamanya,
Janji nak share heaven sama-sama...
Bahagia selamanya...

Semoga kami saling mengingati,
Dosa sendiri pun infiniti...
Nak tanggung dosa dia lagi pulak lepas ni...
Semoga kami menginsafi diri...
Ya Allah ampunkanlah kami....
Semoga kami dapat bersama selamanya nanti...

P/s - andai anda seorang wanita muslimah...
Mesti seronok kan kalau pasangan kita berfikiran camtu...
Then kalu anda seorang muslim...
Apa kata tanamkan dalam hati camtu...
Cinta tu anugerah Allah...
Pandai-pandai la kita menjaga nikmat Allah itu ye...
Semoga saya pun ambik iktibar gak...
Wassalam

penuh keinsafan..huhuhu~

Tuesday, January 20, 2009

~WANITA ....akalnya senipis rambut~

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah, masih mencari walau ada segalanya. Apa yang tiada dalam syurga? Namun Adam tetap rindukan Hawa.

Dijadikan wanita dari tulang rusuk yang bengkok itu, untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus....Mana mungkin kayu yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, kerana mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan Nya, janganlah cuba menjinakkan mereka dengan harta, Kerana nantinya mereka akan liat. Janganlah hiburkan mereka dengan kecantikan, kerana nantinya mereka derita. Kenalkanlah mereka kepada Allah, zat yang kekal, di situlah punca kekuatan dunia!!!



Akalnya senipis rambutnya, tebalkan ia dengan ilmu. Hatinya serapuh kaca, kuatkanlah ia dengan iman. Perasaannya selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak. Suburkanlah ia kerana daripada situlah nantinya, mereka akan lihat nilaian dan keadilan. Tuhan, bisikkanlah ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan satu kelemahan, ia bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih dan sayang Tuhan. Jinakkanlah diri kepada Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinanmu. Lelaki, jangan mengharapkan isterimu semulia Fatimah Az Zahra, andai dirimu tidak sehebat Saidina Ali Karamallahuwajhah.

Terimalah wanita dengan seadanya, kerana setiap ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia. Semuanya penuh makna...

Sunday, January 18, 2009

~YA ALLAH ....PLEASE ACT ON ISRAEL....PLEASE HELP PEOPLE OF PALESTINE...YA ALLAH....~PLEASEEEEEE


Palestine
A country to see
A country so wonderful
A country to be
Astonishing for too long
And unbelievably true
A country of peace
Until attacked by a Jew
It WAS the country that you all would love to see
But after Israeli attacks
The country is no longer free
Missile after missile
Shot after shot
Killing everybody
That ever got caught
Then they killed people
Sitting on the streets
Israel took Palestine just by signing a few sheets
They took and invaded Palestine
Against their own will
They took it without permission
Attacked and became a thrill
They destroyed many buildings, houses, and more
Destroyed all the green land
And made people feel severely sore
They killed every one that stood in their way
Killed and tortured because they didn’t obey
They wanted to keep their country
For themselves alone
And still after 60 years, that is undeniably shown
Will Palestine be freed?
Or will the invaders stay
One way or another
We only await judgment day
Palestine fights back with all its might
They shoot back at Israel
Telling them we won’t give up Palestine without a fight
They have invaded and landed in Palestine
For over 50 years
They wake up and kill Palestinians
For only a few bottles of beers
They don’t care whether that person is dead
Whether they shot him or her in the foot or head
They kill and murder because they can
But a day awaits them
When they can’t flee with a gun
That day is the day
That all Israelis run
They know what happens
When they die and lay like an empty cell
They know they won’t have anything but severe pain in hell
The day shall come
The day the world will mind with kindness
The day the world recovers
From its far long blindness
But then when that day comes
When people for a change
Just do not flee
And open their eyes to see
That if it wasn’t for their self caused blindness
Palestine would still and always remain FREE! !

Friday, January 16, 2009

~YA ALLAH YA RABBI ~ ANDAI KU TAHU ~


Allah Ya Rabbi
Aku ini hamba hina dengan sejuta palitan dosa
Wujud dari air hina atas ihsan Engkau
Aku cuba menghayati agamaMu
Dengan akal singkat kurniaanMu
Teraba aku dalam sinar
Yang kadang terang
Kadang kelam
Butir jernih air mata
Belum tentu berzikir dalam redha Engkau
Dan Rabbi
Aku ingin kembali
Pada Quran dan sunnah
Semulus fahaman
Rasulullah dan sahabat...
Rabbi
Andai kau menginginkan aku sesat
Tiada siapa yang mampu menolongku

Tiada siapa...
Kasihanilah aku ini
Aku ini hamba hina
Padamu aku mengadu
Padamu aku kembali.

________________________________________

andai ku tahu
kapan tiba ajalku
ku akan memohon
Tuhan tolong panjangkan umurku

andai ku tahu kapan tiba masaku
ku akan memohon
Tuhan jangan Kau ambil nyawaku

aku takut
akan semua dosa-dosaku
aku takut
dosa yang terus membayangiku

andai ku tahu
malaikatMu kan menjemputku
izinkan aku mengucap kata taubat padaMu..

ampuni aku
dari segala dosa-dosaku
ampuni aku
menangis ku bertaubat padaMu

aku manusia
yang takut neraka
namun aku juga
tak pantas di surga

andai ku tahu
kapan tiba ajalku
izinkan aku
mengucap kata taubat padaMu


ampuni aku
dari segala dosa-dosaku
ampuni aku
menangis ku bertaubat padaMu
ahh...

Wednesday, January 14, 2009

~ WILL YOU MARRY YOU ~ CONFUSE WITH THE TITLE RIGHT..READ THROUGH THE POST ..TO GET THE ANSWER ...


One of the first things that most people think about when preparing for or thinking about marriage, are the characteristics or qualities of the person they would like to marry. Some people think about how they want their potential husband or wife to look - perhaps they think about such things as hair and skin color. Some men may look for a wife who is an excellent cook, and some women may look for a husband who is very religious.

Most people, Muslims included, seem to go to great lengths to make elaborate lists, either on paper or in their minds, about all the things they want or expect from their potential husband or wife. And while this is good and perhaps a very necessary part of the marriage search, few people ever sit down, and with the same purposefulness and care, enumerate their own qualities and characteristics or think about whether they, themselves, are the kind of people that someone else with just as high expectations or ideals would want to marry.

Think outside of yourself for a moment: If you were someone else, would you marry you? I don’t mean you, as you would like to see yourself weeks, months or even years from now. Nor do I mean you as you imagine yourself after you have had a chance to change a few of your bad habits, improve your character, fix yourself up, or you after you begin to practice your religion more seriously. I mean you, as you are TODAY.

I believe that if some people were to be completely honest with themselves, they would have to admit that they, themselves, do not possess the kind of qualities or characteristics they would want in a husband or wife.

Perhaps we all know of someone like this – possibly a relative, a best friend or maybe this person is YOU. For two people who are experienced at it, marriage, at best, can be difficult. It requires patience, diplomacy, perseverance, flexibility, wisdom, and endurance, just to name a few things.

Does this mean that if someone does not possess ALL of these qualities they should not get married? No, I don’t mean to say this. However, there are people that I have come across that are in a desperate race to get married; while at the same time they possess characteristics of selfishness, stubbornness, inflexibility, insensitivity, and ingratitude. They are overly critical of other people while at the same time they have difficulty accepting criticism of themselves. And they have poor communication skills. On top of all of that, they may be in denial and won’t face up to the fact that they have a *few* personality defects to iron out before getting married. Do any of these characteristics describe you or someone you know that is looking for a wife or a husband? Has anyone ever told YOU that you possess any of these characteristics?

Marriage is so serious an affair that I would dare say that if someone looking to get married possesses some or all of these qualities, they may be headed for big trouble. Or, should I say anyone that marries a person like this might be in very, very big trouble? The question then becomes: Does a person who possesses these kinds of shortcomings have to wait years before getting married? I would say the answer is no. Someone like this doesn’t have to wait years to get married.

Allah, The Sublime, says in the Quran that He will never change the condition of a people until they first change what is inside of them. This ayah offers hope - hope of a new tomorrow. Isn’t that what most people want? They want to know that whatever difficulties they are facing today, a change is on the horizon for tomorrow. However, it does not only offer hope. It offers hope on a condition. That condition is that we have to take the first step to recognize that we have a problem and then do something about it. Can a man who is a drunk ever become sober unless he recognizes that he has a problem? And can a man that is insensitive, inflexible, stubborn, ungrateful, rigid, and selfish ever be a good husband?

Someone who is in denial about their faults will never be able to change their negative pattern of behavior until they first recognize and ADMIT that they have a problem. Once you can admit that you have a problem, the next step is to begin working diligently and consistently on your problem or negative characteristics.

The key words here are working diligently AND consistently. As any doctor will tell you, a patient has to be diligent and consistent about taking their medicine in order to see good results. Couple this prescription that Allah gives us in the Quran with prayer and strong faith, InshaAllah, you can overcome any problem.

If after taking a good long, honest look at yourself in the mirror you cannot honestly say that you would make a good husband or wife in your present condition, then before you pick up the pen to enumerate a list of all the fine qualities you are looking for in a wife or husband, instead, why not list some of the qualities that you need to work on, and then embark on a program to change these bad qualities so that someday soon when Allah does bless you with a good wife or husband you will be worthy of such a person?

Friday, January 9, 2009

PERNAH KITA TERPIKIR..APA PUNCA ANAK DERHAKA ???

Terlebih dahulu SHA nak minta ampun pada keng kawan sebab post ...panjang2 ...sha cuba nak editkan...tapi setiap perkataan...setiap ayat..setiap perenggan ..mempunyai erti dan maksud yang sangat mendalam...so sha rasa tak salah ..sha postkan panjang2....sha harap suma keng kawan dapat baca post ni ...berguna dan bole dijadikan iktibar....Kalau ade masa luangkan la 10 minit nak baca post ni...baca perkara baik ...tak salah..dan tak merugikan...semoga ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA AMIN.

Sabda Rasulullah s. a. w. "Berguraulah dengan anak kamu kala usianya satu hingga tujuh tahun. Berseronok dengan mereka, bergurau hingga naik atas belakang pun tak apa. Jika suka geletek, kejar atau usik anak asalkan hubungan rapat. Lepas tujuh hingga 14 tahun kita didik dan ajar, kalau salah pukullah dia (sebagai pengajaran)" dimana yang nak dipukul tu? Tapak kakinya..... bukan muka, punggung, telinga dan ditempat-tempat yang sensitif.... itu salah....

"Jika dia bijak dan menang dalam sebarang pertandingan sekolah, ucapkan tahniah. Tidak salah kita cium atau peluk mereka sebagai tanda penghargaan. Kala umur mereka 14 hingga 21 tahun jadikan kawan. Tetapi selalunya usia beginilah ibu bapa mula merenggangkan hubungan dan ini menyebabkan anak derhaka". Yang penting anak-anak harus dilatih sembahyang jemaah bersama, latih cium tangan dan peluk penuh kasih dan sayang, maka mereka tidak akan tergamak menderhaka. "Saya pernah tinjau, anak-anak yang lari daripada rumah, berpunca daripada rasa bosan. Belum sempat letak beg sekolah, ibu dah suruh macam-macam. Si anak rasa tertekan dan menyampah dengan persekitaran dan rumahnya. Boleh disuruh tetapi berikan hak mereka dirumah. Yang penting dia balik ke rumah suka, dan pergi sekolah pun seronok. "Mungkin ibu bapa punya alasan tidak rapat dengan anak-anak kerana sibuk. Kita boleh cuba cara lain, balik di tengah malam, anak-anak sudah tidur, pergi bilik dan cium dahinya. Hubungan rohani tetap subur, walaupun anak tidur tetapi jiwanya sentiasa hidup." Jangan kita tunjuk sikap kita yang panas baran, pemarah dan ada kuasa veto kepada mereka, jangan suka mengherdik mereka dengan perkataan "bodoh, kurang ajar, sumpah seranah dan sebagainya yang merupakan doa kepada mereka". inilah yang menyebabkan mereka derhaka kepada kita...

DOA ANAK-ANAK TERMAKBUL

Lazim orang tua, pantang anak menegur! walaupun tahu mereka bersalah. Jangan rasa tercabar kerana pesan orang tua-tua, bisa ular tidak hilang walau menyusur di bawah akar. Sayyidina Umar berkata, kanak-kanak tidak berdosa dan doa mereka mudah diterima. Begitu juga dengan Rasulullah, kalau berjumpa anak-anak kecil, Baginda cukup hormat dan sayang sebab anak-anak tidak berdosa. Lagipun kanak- kanak kalau menegur memang ikhlas dan jangan ambil endah tidak endah. Perasaan anak juga mesti dihargai, sesetengah orang tua kurang bercakap dengan anak-anak. Kalau menegur pun dengan ekor mata dan herdikan. Si anak rasa tersisih dan tidak dihargai. Kepada kawan tempat mereka mengadu, bila jumpa kawan baik tidak mengapa, tetapi jumpa yang samseng, ia sudah tentu membawa padah.

BERTAUBAT SEBELUM MELARAT

Jika Tuhan menurunkan hidayah, segeralah insaf dan bertaubat. Tetapi apa caranya jika orang tua telah meninggal sedangkan sewaktu hidupnya kita derhaka dan melawan mereka? Bila i! nsaf, selalulah ziarah kubur emak ayah kita dan bacakan ayat-ayat suci untuknya. Jumpa semula kawan-kawan baik ibu atau jiran-jiran yang masih hidup dan buat baik dengan mereka. Sedekah ke masjid atas nama ibu ayah. Walaupun ibu ayah sudah meninggal, minta maaf berkali-kali semoga ibu redha dan Allah ampunkan dosa. Allah maha pengampun dan luas rahmatnya. Tetapi jangan ambil kesempatan buat jahat kemudian bertaubat. Hidup tidak tenteram atau bala turun. Cuba kita perhatikan kemalangan yang berlaku setiap hari. Misalnya tayar kereta pecah, jangan lihat dengan mata kasar, selidik apa salah yang telah kita buat hari ini. Pertama bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, jika semuanya baik, turun ke peringkat kedua, bagaimana pula hubungan dengan ibu? "Pastikan hubungan dengannya sentiasa harmoni dan lancar. Tidak rugi menjalinkan hubungan yang baik kerana hayat mereka bukanlah terlalu panjang untuk bersama kita."

HUBUNGAN DENGAN BAPA

Lazim ibu yang dilebihkan, sedangkan bapa menjeruk perasaan kerana tidak dipedulikan anak-anak. "Hubungan dengan bapa sepatutnya sama dengan ibu tetapi dalam konteks Islam, kalau berlaku pertembungan, nabi suruh utamakan ibu dahulu. Tiga kali ibu barulah sekali kepada bapa." Bagaimanapun sebaik-baiknya, kasih sayang dan perhatian biar sama agar kedua-duanya tidak berkecil hati. Begitu juga dengan nenek, walaupun kata-katanya ada yang mengarut tetapi jangan melawan di depan mereka. Sebenarnya golongan nyanyuk dan tua mencabar kesabaran kita. Walaupun Allah tidak ambil kira kata-kata mereka tetapi kita wajib mentaati dan menghormati golongan tua."

USAH DERHAKA KEPADA MENTUA

Mentua mesti dimuliakan seperti kita menghormati orang tua sendiri. Kalau mereka kecil hati, samalah seperti tersinggungnya hati emak. Kita sayang anaknya kenapa tidak sayang orang yang melahirkannya juga? "Saya tahu, ada menantu kecil hati dan pendam perasaan! terhadap mentua yang terlalu ambil berat tentang anaknya. Bersabarlah dan jalin hubungan baik kerana taraf mereka sama seperti ibu bapa kandung," jelasnya. Kewajipan anak lelaki, pertama kepada Allah, kedua rasul, ketiga emak dan emak mentua, keempat bapa dan bapa mentua dan kelima baru isteri. Isteri kena faham, kalau dia sayang dan melebihkan ibu bapa, itu memang wajar.

"Sebaliknya anak perempuan, yang pertama Allah, kedua rasul dan ketiga suami. Jalan pintas ke syurga bagi anak-anak selain Allah adalah emak dan ayahnya. "Perasaan mentua perlu dijunjung kerana mereka berhak ke atas menantu. Seperti kisah Nabi Allah Ibrahim dengan anaknya Nabi Ismail. Suatu hari, Nabi Ibrahim ke rumah anaknya dan kebetulan Nabi Ismail tidak ada di rumah isterinya pun tidak kenal dengan mentuanya. Menantu berkasar menyebabkan Nabi Ibrahim kecil hati. Dan sebelum balik dia berpesan kepada menantunya suruh suaminya tukar alang rumah kepada yang baru.! Bila Nabi Ismail balik, isterinya pun menggambarkan rupa lelaki tersebut menyampaikan pesan. Nabi Ismail sedar itu adalah ayahnya. Nabi Ismail insaf disebalik simbol kata-kata ayahnya, bahawa isterinya bukan daripada kalangan wanita yang berakhlak, lalu diceraikan. Nabi Ismali berkahwin kali kedua dan bapanya masih tidak mengenali menantu. Sekali lagi Nabi Ibrahim melawat dan menantunya melayan dengan bersopan santun walaupun tidak kenal siapa Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tertarik hati dan sebelum balik berpesan lagi, katakan alang rumah anaknya sudah cukup baik dan jangan ditukar kepada yang lain.

PERNAH KITA TERPIKIR..APA PUNCA ANAK DERHAKA ???

Terlebih dahulu SHA nak minta ampun pada keng kawan sebab post ...panjang2 ...sha cuba nak editkan...tapi setiap perkataan...setiap ayat..setiap perenggan ..mempunyai erti dan maksud yang sangat mendalam...so sha rasa tak salah ..sha postkan panjang2....sha harap suma keng kawan dapat baca post ni ...berguna dan bole dijadikan iktibar....Kalau ade masa luangkan la 10 minit nak baca post ni...baca perkara baik ...tak salah..dan tak merugikan...semoga ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA AMIN.

Sabda Rasulullah s. a. w. "Berguraulah dengan anak kamu kala usianya satu hingga tujuh tahun. Berseronok dengan mereka, bergurau hingga naik atas belakang pun tak apa. Jika suka geletek, kejar atau usik anak asalkan hubungan rapat. Lepas tujuh hingga 14 tahun kita didik dan ajar, kalau salah pukullah dia (sebagai pengajaran)" dimana yang nak dipukul tu? Tapak kakinya..... bukan muka, punggung, telinga dan ditempat-tempat yang sensitif.... itu salah....

"Jika dia bijak dan menang dalam sebarang pertandingan sekolah, ucapkan tahniah. Tidak salah kita cium atau peluk mereka sebagai tanda penghargaan. Kala umur mereka 14 hingga 21 tahun jadikan kawan. Tetapi selalunya usia beginilah ibu bapa mula merenggangkan hubungan dan ini menyebabkan anak derhaka". Yang penting anak-anak harus dilatih sembahyang jemaah bersama, latih cium tangan dan peluk penuh kasih dan sayang, maka mereka tidak akan tergamak menderhaka. "Saya pernah tinjau, anak-anak yang lari daripada rumah, berpunca daripada rasa bosan. Belum sempat letak beg sekolah, ibu dah suruh macam-macam. Si anak rasa tertekan dan menyampah dengan persekitaran dan rumahnya. Boleh disuruh tetapi berikan hak mereka dirumah. Yang penting dia balik ke rumah suka, dan pergi sekolah pun seronok. "Mungkin ibu bapa punya alasan tidak rapat dengan anak-anak kerana sibuk. Kita boleh cuba cara lain, balik di tengah malam, anak-anak sudah tidur, pergi bilik dan cium dahinya. Hubungan rohani tetap subur, walaupun anak tidur tetapi jiwanya sentiasa hidup." Jangan kita tunjuk sikap kita yang panas baran, pemarah dan ada kuasa veto kepada mereka, jangan suka mengherdik mereka dengan perkataan "bodoh, kurang ajar, sumpah seranah dan sebagainya yang merupakan doa kepada mereka". inilah yang menyebabkan mereka derhaka kepada kita...

DOA ANAK-ANAK TERMAKBUL

Lazim orang tua, pantang anak menegur! walaupun tahu mereka bersalah. Jangan rasa tercabar kerana pesan orang tua-tua, bisa ular tidak hilang walau menyusur di bawah akar. Sayyidina Umar berkata, kanak-kanak tidak berdosa dan doa mereka mudah diterima. Begitu juga dengan Rasulullah, kalau berjumpa anak-anak kecil, Baginda cukup hormat dan sayang sebab anak-anak tidak berdosa. Lagipun kanak- kanak kalau menegur memang ikhlas dan jangan ambil endah tidak endah. Perasaan anak juga mesti dihargai, sesetengah orang tua kurang bercakap dengan anak-anak. Kalau menegur pun dengan ekor mata dan herdikan. Si anak rasa tersisih dan tidak dihargai. Kepada kawan tempat mereka mengadu, bila jumpa kawan baik tidak mengapa, tetapi jumpa yang samseng, ia sudah tentu membawa padah.

BERTAUBAT SEBELUM MELARAT

Jika Tuhan menurunkan hidayah, segeralah insaf dan bertaubat. Tetapi apa caranya jika orang tua telah meninggal sedangkan sewaktu hidupnya kita derhaka dan melawan mereka? Bila i! nsaf, selalulah ziarah kubur emak ayah kita dan bacakan ayat-ayat suci untuknya. Jumpa semula kawan-kawan baik ibu atau jiran-jiran yang masih hidup dan buat baik dengan mereka. Sedekah ke masjid atas nama ibu ayah. Walaupun ibu ayah sudah meninggal, minta maaf berkali-kali semoga ibu redha dan Allah ampunkan dosa. Allah maha pengampun dan luas rahmatnya. Tetapi jangan ambil kesempatan buat jahat kemudian bertaubat. Hidup tidak tenteram atau bala turun. Cuba kita perhatikan kemalangan yang berlaku setiap hari. Misalnya tayar kereta pecah, jangan lihat dengan mata kasar, selidik apa salah yang telah kita buat hari ini. Pertama bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, jika semuanya baik, turun ke peringkat kedua, bagaimana pula hubungan dengan ibu? "Pastikan hubungan dengannya sentiasa harmoni dan lancar. Tidak rugi menjalinkan hubungan yang baik kerana hayat mereka bukanlah terlalu panjang untuk bersama kita."

HUBUNGAN DENGAN BAPA

Lazim ibu yang dilebihkan, sedangkan bapa menjeruk perasaan kerana tidak dipedulikan anak-anak. "Hubungan dengan bapa sepatutnya sama dengan ibu tetapi dalam konteks Islam, kalau berlaku pertembungan, nabi suruh utamakan ibu dahulu. Tiga kali ibu barulah sekali kepada bapa." Bagaimanapun sebaik-baiknya, kasih sayang dan perhatian biar sama agar kedua-duanya tidak berkecil hati. Begitu juga dengan nenek, walaupun kata-katanya ada yang mengarut tetapi jangan melawan di depan mereka. Sebenarnya golongan nyanyuk dan tua mencabar kesabaran kita. Walaupun Allah tidak ambil kira kata-kata mereka tetapi kita wajib mentaati dan menghormati golongan tua."

USAH DERHAKA KEPADA MENTUA

Mentua mesti dimuliakan seperti kita menghormati orang tua sendiri. Kalau mereka kecil hati, samalah seperti tersinggungnya hati emak. Kita sayang anaknya kenapa tidak sayang orang yang melahirkannya juga? "Saya tahu, ada menantu kecil hati dan pendam perasaan! terhadap mentua yang terlalu ambil berat tentang anaknya. Bersabarlah dan jalin hubungan baik kerana taraf mereka sama seperti ibu bapa kandung," jelasnya. Kewajipan anak lelaki, pertama kepada Allah, kedua rasul, ketiga emak dan emak mentua, keempat bapa dan bapa mentua dan kelima baru isteri. Isteri kena faham, kalau dia sayang dan melebihkan ibu bapa, itu memang wajar.

"Sebaliknya anak perempuan, yang pertama Allah, kedua rasul dan ketiga suami. Jalan pintas ke syurga bagi anak-anak selain Allah adalah emak dan ayahnya. "Perasaan mentua perlu dijunjung kerana mereka berhak ke atas menantu. Seperti kisah Nabi Allah Ibrahim dengan anaknya Nabi Ismail. Suatu hari, Nabi Ibrahim ke rumah anaknya dan kebetulan Nabi Ismail tidak ada di rumah isterinya pun tidak kenal dengan mentuanya. Menantu berkasar menyebabkan Nabi Ibrahim kecil hati. Dan sebelum balik dia berpesan kepada menantunya suruh suaminya tukar alang rumah kepada yang baru.! Bila Nabi Ismail balik, isterinya pun menggambarkan rupa lelaki tersebut menyampaikan pesan. Nabi Ismail sedar itu adalah ayahnya. Nabi Ismail insaf disebalik simbol kata-kata ayahnya, bahawa isterinya bukan daripada kalangan wanita yang berakhlak, lalu diceraikan. Nabi Ismali berkahwin kali kedua dan bapanya masih tidak mengenali menantu. Sekali lagi Nabi Ibrahim melawat dan menantunya melayan dengan bersopan santun walaupun tidak kenal siapa Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tertarik hati dan sebelum balik berpesan lagi, katakan alang rumah anaknya sudah cukup baik dan jangan ditukar kepada yang lain.